Tuesday, October 30, 2007

Sigh

Tak banyak yang terjadi hari ini. Seharusnyalah saya bekerja, tapi rasa malas mengalahkan semua. Mungkin sudah bosan, mungkin. Hanya googling mencari artikel yang sekiranya jika terbaca mampu membangkitkan... entah, mungkin semangat kerja tapi mungkin juga mimpi yang belum sempat terluluskan.

Wednesday, October 24, 2007

PMS

Satu-satunya hal yang paling kubenci menjadi perempuan adalah kunjungan PMS yang ga pernah absen tiap bulan. OURGGGGGHHHHH !!! Tau ga siy rasanya tuh pengen teriak, nangis, marah-marah, pokoknya jadi super duper nyebelin. Ngerti ini karena PMS, tapi susah bgt buat ngendaliin diri. Emosi jadi ga karuan, rasanya pengen bunuh orang aja hiks hiks… belum lagi sakit fisiknya. Buat cewe2 pasti dah pada ngerti dunks tapi klo cowo, pasti mereka nganggepnya kita manja ato cari2 perhatian ato apalah. Padahal kan ga gitu, mereka ga tau aja gimana rasanya emosi diaduk-aduk ga karuan. Semenit Happy, semenit kemudian ngomel2. Lain dari PMS aku sangat2 bersyukur dilahirkan menjadi salah satu kaum hawa penghuni bumi. SERIUS. Tapi pleaseee!!!!!! nggak dengan PMS ini… hiks.. hikss hikss… untung aja dikantor ada Johnny Jangkung yang bawa setoples coklat (apa hubungannya seeeh???). Lah kan katanya coklat bisa bangkitin mood kita. Hehehehe… mana coklatnya enak2 lagi.

Rutinya nih, klo lagi PMS kan emosi jadi meletup-letup, coba klo dah tiba waktunya mens, langsung drop-sengedrop-ngedropnya. Sakit perut, pinggang mpe ga tahan berdiri. Hasilnya keganggu semua aktifitas. (Sigh) ya… gitulah. Semoga nanti… aku bisa dapetin suami yang bisa sabar ngadepin aku kalo pas lg moment2 PMS dateng. Amien.

Wednesday, October 17, 2007

Berburu Resep

Hari pertama ngantor setelah cuti lebaran. Bukannya nyelesaiin kerjaan yang numpuk, kegiatan pertama malah buka semua email account, friendster, blogging, sama ini niy.... berburu resep he he. Maklum sekarang niy lagi niat-niatnya belajar masak. Tapi berhubung peralatan dapur terbatas dan kemampuan yang masih pas-pasan, jadi untuk sementara masih fokus dengan yang serba kukus ato goreng. Join milis yang khusus ngebahas tentang kuliner juga lho (Hehe niat banget ya). Pada intinya begini, ini semua saya lakukan karena saya menyadari kodrat saya sebagai wanita (cieee) yang pada akhirnya nanti akan menikah dan memiliki anak yang lucu2 (he he). Saya tidak akan selamanya bekerja pada orang lain dan mengabaikan keluarga saya. Jadi kesimpulannya adalah, kalau pada akhirnya saya jago masak (ehem) ada kemungkinan saya akan membuka usaha yang sekiranya bisa saya lakukan di rumah tanpa kehilangan moment2 saya dengan keluarga nantinya. Kalo toh ternyata tidak berbakat masak (hiks), masih banyak hal yang bisa saya lakukan dirumah yang mampu menghasilkan uang kan? TETAP SEMANGAT !


*) well, I'm just a 22 years old lady, tapi ga masalah kan?

Lebaran

Yup, masih disuasana lebaran. Keluarga saya memang tidak punya tradisi lebaran layaknya muslim di Indonesia pada umumnya seperti mudik, silaturahmi ke tetangga-tetangga ato sodara. Berhubung sodara dan teman rata2 Non Muslim semua (yang muslim kebanyakan pada mudik semua siy) jadi yang ada hanyalah waktu kumpul bersama keluarga dan nungguin orang2 yang bersedia mampir kerumah;p ato nengokin nenek-kakek yang di Bangli (which is bener2 d ga kerasa sama sekali lebarannya). Kadang malah sendirian (with my Mom only), tapi itu sudah biasa. Kadang suka iri juga siy sama mereka2 yang punya keluarga besar dan bener2 menyambut lebaran dengan meriah. Tapi ga papa juga kok, ada hal yang lebih essential dari hanya sekedar kesuka citaan yang nampak dari luar.


Lebaran kali ini, Saya merasa menjadi orang yang baru. Meski untuk urusan ibadah masih merangkak, setidaknya ada perubahan ke arah yang lebih baik pada diri saya. Semoga bisa bertahan dan menjadi lebih baik lagi ditiap tahunnya. Amien 3X.

Sunday, October 7, 2007

is it worth waiting for? The End

“No Comment” is a rejection. Dalam hal ini in my relationship, saya mengalami penolakan. Setidaknya itu yang saya tangkap dari pernyataan "No Comment" nya pada conversation terakhir kami mengenai kelanjutan hubungan ini. Ada banyak kemungkinan jika saya mencoba untuk mengorek-orek sebab pernyataan tersebut. Bisa jadi ini sebuah penundaan sementara hingga nanti waktunya tiba (entah kapan) ato bisa jadi sudah tidak ada harapan sama sekali. Hanya dia dan Tuhan yang tahu. Sedangkan saya, hanya bisa menjaga hati dari kemungkinan terburuk (hmm.. kesannya this is the end of the world yah…. nggak lah but The end of the story of “is it worth waiting for)


It’s been a journey…

Wednesday, October 3, 2007

is it worth waiting for? final result ? a..a..

Sedikit lega hari ini. Setidaknya, percakapan terakhir kami sore kemarin membuat saya mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Meski sebelumnya arah pembicaraan kami (saya) menyebar kemana-mana, akhirnya saya mendapatkan informasi yang sebenarnya sangat saya inginkan selama ini. Saya tidak ingin menyalahkan siapa2 tapi semua pertengkaran yang terjadi merupakan akibat dari komunikasi kami yang kurang baik. Dia yang enggan bercerita karena ketidaknyamananya terhadap saya. Dan rasa frustasi saya yang berlebihan karena merasa tidak menjadi pasangan yang cukup baik. Ntahlah, meski belum berujung pada keputusan apa2 dari dia alias gantung, saya hanya bisa mengiklaskannya (though i love him so much dan berharap masih ada kesempatan untuk membenahi semuanya). Kalo memang jalan kami di restui oleh-Nya, maka lancarkanlah. Pun jika tidak, beri saya kesabaran dan ketenangan jiwa untuk menghadapi semuanya.


:(

Kemaren nana nangis. ga tau d, apa puasanya dihitung batal ato lulus sama Allah. Tapi tadi niatnya ga mau batal. Udah berdoa biar dikuatin, udah nyoba ngalihin perhatian ke hal lain. Tapi tetep ga bisa. Walhasil, padahal tinggal 1/2 jam menuju waktu buka, mengucurlah air mata dengan derasnya.

duh gusti... kok nana cengeng gini siy.